Solusi Sistem Pengadaan Masa Depan

Pada sebuah perusahaan dalam bidang apapun, tentunya memiliki sebuah Sistem yang dapat membantu para pelaku bisnis dalam menjalankan bisnisnya. Namun sungguh disayangkan, terkadang sistem-sistem yang dirancang pada sebuah instansi atau perusahaan masih belum terintegrasi. Dalam artian masih dalam bentuk sistem putus, sebagai contoh: Sistem Keuangan dengan Sistem Karyawan atau Sistem Pengadaan dengan Sistem Keuangan, walaupun tidak dipungkiri bahwa subsistem-subsistem tersebut memiliki kerangka sistem yang kuat.

Dengan adanya sistem putus ini, dipastikan masih adanya manual atau belum terkomputerisasi. Hal-hal manual inilah yang terkadang dianggap bukan sebuah masalah, tetapi justru inilah awal sebuah masalah, karena dipastikan akan adanya: Human Error. Human error adalah sebuah istilah yang menggambarkan karyawan / staff sebagai penyebab kegagalan proses bisnis, Kita berikan contoh:

  1. Terlambatnya gaji karyawan
  2. Terlambatnya proses pembayaran ke Supplier

Untuk poin pertama mungkin bagi beberapa dari anda menganggap ini bukanlah masalah, karena yang dirugikan hanyalah Karyawan dan bukan berarti tidak dibayarkan gajinya. Namun jika poin kedua yang terjadi, yaitu terlambatnya pembayaran dilakukan ke supplier, apakah kita dapat berfikir panjang mengenai resikonya?

  1. Hilangnya kepercayaan supplier
    • Jangka panjangnya supplier akan enggan bekerja sama lagi dengan kita
    • Perusahaan kita tidak akan dijadikan salah satu pilihan utama jika supplier mengadakan tender
    • Menghambat proses bisnis kita ke customer / penjualan / kebutuhan internal perusahaan, disebabkan kebutuhan bahan pokok / produk untuk dijual tidak lagi cepat terpenuhi dan pada akhirnya daya saing kita akan jatuh dibawah pada pesaing / kompetitor, hal ini pada akhirnya akan berdampak pada laba perusahaan yang menurun. Tidakkah hal ini menjadi ancaman bagi kita?
  2. Jika pada saat perjanjian terdapat catatan keterlambatan harus membayar denda, bukankah artinya perusahaan menjadi rugi?. Dana yang seharusnya bisa dialokasikan untuk keperluan perusahaan tapi malah diberikan ke supplier, bukankah hal ini sungguh disayangkan?

Lalu, bagaimana solusinya?
Kenapa kita tidak berfikir Taktis saja?icrosoft Dynamic Logam permesinan Mechinery, Microsoft Dynamic Make to Order, Microsoft Dynamic Metal Baja Besi Almunium, Microsoft Dynamic Plastik & Karet, Microsoft

Dengan menyediakan sebuah sistem yang kuat agar dapat menopang semua proses bisnis diperusahaan, sehingga tidak adanya lagi celah permasalahan. Selain itu karyawan pun dapat melakukan managemen waktu yang significant dalam menjalankan proses bisnis, kita ambil contoh untuk proses Procure to Pay:

Microsoft Dynamics Partner automotive, Microsoft Dynamics Partner distribusi elektronik, Microsoft Dynamics Partner distribusi medical devices, Microsoft Dynamics Partner Elektronik, Microsoft Dynamics Partner Industri Makanan Minuman

Disaat bagian produksi menerima order dari Sales, sudah pasti harus adanya pengecekan Stok / Ketersediaan barang digudang. Setelah proses pengecekan dilakukan, maka dimulailah Proses Pengadaan Barang sampai pada Mekanisme Pembayaran.

Microsoft Dynamics Partner Kimia obat Farmasi, Microsoft Dynamics Partner Logam permesinan Mechinery, Microsoft Dynamics Partner Make to Order, Microsoft Dynamics Partner Metal Baja Besi Almunium, SAP Partner EPC Engineering, Procurement and construction, SAP Partner Industri Makanan Minuman, Microsoft Dynamic Kimia obat Farmasi, Dynamic Project base Manufacturing, ERP EPC Engineering, Procurement and construction, ERP ERP Indonesia, ERP Telecommunication Telekomunikasi, ERP Automotive, ERP distribusi elektronik, ERP distribusi medical devices, ERP Elektronik, ERP Industri Makanan Minuman, ERP Kimia obat Farmasi, ERP Logam permesinan Mechinery, ERP Make to Order, ERP Metal Baja Besi Almunium, ERP Plastik & Karet, ERP Project base Manufacturing

Namun sungguh disayangkan, karena beberapa perusahaan masih menerapkan proses pengadaan barang secara sederhana dan tidak memenuhi standar. Bahkan proses pengadaan barang cenderung menyimpan peluang terjadinya fraud yang tentunya dapat merugikan perusahaan.

“Jika kamu tidak mempelajari manajemen perubahan yang berorientasi pada masa depan, maka masa depan tidak berpihak kepadamu.”
Bill Gates

Oleh karena itulah Kami Hadir untuk membantu Anda.
Rajawali Adikarya telah mempersiapkan diri untuk membantu para pebisnis di Indonesia, dengan adanya tools yang mumpuni; tidak hanya Procure to Pay yang dalam kami bantu berikan solusi. Melainkan Sale to Cash, Application to Approval, Invoice to Cash, Invoice to Payment, Accounting, Record to Report, dsb.

Kami akan berikan waktu dan pelayanan kami untuk Anda.Microsoft Dynamics Partner Plastik & Karet, Microsoft Dynamics Partner Project base Manufacturing, Oracle PC Engineering, Procurement and construction, Oracle ERP Indonesia, Oracle Telecommunication Telekomunikasi, Oracle automotive, INFOR Partner distribusi medical devices, INFOR Partner Elektronik, INFOR Partner Industri Makanan Minuman, INFOR Partner Kimia obat Farmasi, INFOR Partner Logam permesinan Mechinery, INFOR Partner Make to Order, INFOR Partner Metal Baja Besi Almunium, INFOR Partner Plastik & Karet

One thought on “Solusi Sistem Pengadaan Masa Depan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *